AcehNet | Banda Aceh – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BBPOM Aceh) kembali melanjutkan rangkaian Sosialisasi Obat dan Makanan dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kali ini edukasi digelar di SMAN 14 Banda Aceh pada Kamis (16/7/2026), bersama Detasemen Khusus 88 Anti Teror Mabes Polri dan Puskesmas Lampaseh, serta diikuti oleh 63 peserta didik baru. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen BBPOM Aceh dalam membangun generasi muda yang cerdas, sehat, dan berkarakter melalui peningkatan literasi mengenai keamanan obat dan makanan, kesehatan, serta wawasan kebangsaan sejak dini.
Kegiatan dibuka oleh Ketua Tim Inspeksi Pangan BBPOM Aceh, Endang Yuliawati, yang menyampaikan pentingnya pembekalan kepada peserta didik baru agar mampu menjadi generasi yang bijak dalam memilih produk yang dikonsumsi sekaligus memiliki kepedulian terhadap kesehatan dan lingkungan sekitarnya.
“MPLS merupakan momentum yang sangat baik untuk menanamkan kebiasaan positif kepada generasi muda. Kami berharap para pelajar tidak hanya memahami pentingnya memilih obat dan makanan yang aman, tetapi juga mampu menjadi pelopor dalam menyebarkan informasi yang benar kepada teman, keluarga, dan masyarakat,” ujar Endang.
Materi pertama disampaikan oleh Yanti dari Tim Informasi dan Komunikasi BBPOM Aceh yang memperkenalkan profil dan tugas BPOM sebagai lembaga pengawas obat dan makanan di Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, peserta juga diberikan edukasi mengenai pentingnya menerapkan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) sebelum membeli atau mengonsumsi produk, serta cara memanfaatkan aplikasi BPOM Mobile untuk memastikan legalitas produk dan memperoleh informasi resmi dari BPOM.
Menurut Yanti, kebiasaan sederhana seperti melakukan Cek KLIK dapat menjadi langkah awal dalam melindungi diri dari produk yang tidak memenuhi ketentuan.
“Menjadi konsumen cerdas dimulai dari kebiasaan kecil, yaitu selalu melakukan Cek KLIK sebelum membeli atau mengonsumsi produk. Dengan dukungan BPOM Mobile, masyarakat kini semakin mudah memperoleh informasi resmi sehingga tidak mudah tertipu oleh produk ilegal maupun informasi yang menyesatkan,” jelas Yanti.
Selanjutnya, Ketua Tim Pengujian Kosmetik BBPOM Aceh sekaligus Ketua Pimpinan SAKA POM Kota Banda Aceh, Retno Ayu Kusumaningtyas, memperkenalkan SAKA POM beserta tiga krida yang menjadi ruang pembinaan bagi generasi muda untuk berperan aktif dalam mendukung keamanan obat dan makanan.
Dalam pemaparannya, Retno mengajak para pelajar untuk aktif berkontribusi melalui kegiatan positif yang mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
“SAKA POM bukan sekadar kegiatan kepramukaan, tetapi wadah bagi generasi muda untuk belajar, berbagi, dan menjadi pelopor keamanan obat dan makanan. Kami berharap semakin banyak pelajar yang tertarik bergabung sehingga semangat hidup sehat dan budaya konsumsi yang aman dapat terus tumbuh di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” ujar Retno.
Selain edukasi mengenai obat dan makanan, peserta juga memperoleh materi kesehatan dari dr. Nurul Fitria, tenaga kesehatan dari Puskesmas Lampaseh, yang menjelaskan berbagai dampak buruk merokok terhadap kesehatan, khususnya bagi remaja.
Ia menekankan bahwa masa remaja merupakan periode penting dalam membentuk pola hidup sehat.
“Merokok bukanlah simbol kedewasaan, tetapi awal dari berbagai risiko penyakit yang dapat mengganggu kualitas hidup di masa depan. Menjaga tubuh tetap sehat sejak usia muda adalah investasi terbaik untuk meraih cita-cita,” ungkap dr. Nurul.
Sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda, kegiatan juga menghadirkan Alfais Fajar Muhammad dari Detasemen Khusus 88 Anti Teror Mabes Polri yang memberikan sosialisasi mengenai wawasan kebangsaan serta pencegahan paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET). Peserta diajak untuk lebih bijak dalam menyaring informasi, terutama yang beredar melalui media sosial dan platform digital.
Dalam penyampaiannya, Alfais mengingatkan pentingnya membangun karakter generasi muda yang kritis, toleran, dan cinta tanah air.
“Generasi muda adalah aset bangsa. Jangan mudah terpengaruh oleh informasi yang mengandung kebencian atau ajakan yang memecah persatuan. Jadilah generasi yang cerdas bermedia digital, menjunjung tinggi toleransi, serta menjaga persatuan dan keutuhan bangsa Indonesia,” tegas Alfais.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan kepada narasumber, berbagi pengalaman, serta mengikuti sesi diskusi dengan penuh semangat. Suasana semakin meriah ketika para siswa mengikuti kuis edukatif yang diselenggarakan selama kegiatan, menunjukkan tingginya minat mereka terhadap materi yang disampaikan.
Melalui kegiatan lanjutan MPLS ini, BBPOM Aceh berharap para peserta didik tidak hanya memahami pentingnya keamanan obat dan makanan, tetapi juga mampu menerapkan Cek KLIK dalam kehidupan sehari-hari, memanfaatkan BPOM Mobile sebagai sumber informasi terpercaya, mengadopsi gaya hidup sehat, serta menjadi generasi yang memiliki karakter kuat, cinta tanah air, dan mampu menangkal pengaruh negatif di lingkungan maupun ruang digital. Dengan sinergi antara BBPOM Aceh, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, dan aparat penegak hukum, diharapkan lahir generasi Aceh yang sehat, cerdas, berintegritas, dan siap menjadi agen perubahan menuju Indonesia Emas 2045.




















