Sembilan Desa di Kemukiman Buwah, Baktiya Barat Masih Terisolir, Warga Kekurangan Makanan dan Air Bersih

AcehNet | Aceh Utara,- Sembilan desa di Kemukiman Buwah, Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara, hingga Senin (1/12/2025) masih terisolir akibat banjir yang melanda wilayah tersebut sejak beberapa hari terakhir. Desa-desa itu meliputi Lhok Encien, Paya Bateueng, Meunasah Hagu, Cot Murong, Meunasah Pante, Cot Paya, Nubok, Meurandeh Paya, dan Blang Reue. Senin (01/12/2025).

Hingga Senin pagi, akses menuju kawasan itu belum dapat ditembus baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Warga menyebutkan bahwa mereka belum menerima bantuan apa pun sejak banjir melanda. Sebagian besar penduduk terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi seperti meunasah dan masjid yang kini menjadi titik-titik pengungsian.

“Warga sangat membutuhkan makanan, air bersih, dan obat-obatan. Kondisi di pengungsian sudah sangat memprihatinkan,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat yang berhasil dihubungi Media”

Total penduduk di sembilan desa tersebut diperkirakan mencapai lebih dari 3.500 jiwa. Banyak di antara mereka belum dapat kembali ke rumah masing-masing karena pemukiman masih terendam air bercampur lumpur.

Sebelumnya, tinggi air di wilayah itu dilaporkan mencapai tiga meter lebih. Meski kini telah surut, kondisi jalan dan jalur keluar masih tidak dapat dilalui. Aktivitas masyarakat menuju pusat pasar seperti Keude Sampoiniet, Keude Lapang, maupun Lhoksukon juga terhenti total.

Warga berharap pemerintah segera menyalurkan bantuan dengan menggunakan perahu, boat, atau helikopter, mengingat jalur darat masih sepenuhnya terputus.

Selain kekurangan logistik, warga juga menghadapi kesulitan lain karena aliran listrik dan jaringan internet di kawasan tersebut ikut lumpuh sehingga menyulitkan komunikasi dan koordinasi bantuan.

Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat untuk menembus wilayah tersebut dan menyalurkan bantuan darurat sebelum kondisi semakin memburuk.

“Kami berharap bantuan bisa segera masuk karena Persediaan makanan sudah hampir habis dan air bersih sangat sulit,” ujarnya dengan nada putus asa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru