AcehNet | REDELONG – Posko RATB Bener Meriah bersama Yayasan Rumah Bumi menggelar kegiatan Kawasan Tanggap Tangguh Bencana (KTTB) melalui Forum Group Discussion (FGD) Pengkajian Risiko Bencana Partisipatif di tiga desa di Kabupaten Bener Meriah.
Ketiga desa tersebut yakni Desa Rembune, Desa Pantan Pendiangan, dan Desa Bukit Mulie.
Kegiatan berlangsung pada 28–29 September 2026 di Seladang Cafe, Desa Jamur Ujung, Bener Meriah, dengan melibatkan Disaster Management Center Dompet Dhuafa (DMC DD) sebagai fasilitator dan pemateri.
Salah seorang panitia kegiatan, Ilham Aulia atau yang akrab disapa Aling, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko bencana, khususnya masyarakat yang berada di kawasan sekitar Gunung Burni Telong yang saat ini berstatus Level II (Waspada).
“Melalui kegiatan ini, masyarakat dilibatkan langsung dalam pengkajian risiko dan penyusunan peta bencana berdasarkan kondisi wilayah masing-masing,” ujar Aling.
Pemetaan tersebut mencakup potensi ancaman bencana, jalur evakuasi, titik kumpul, fasilitas umum, lokasi kelompok rentan, serta sumber daya yang dapat dimanfaatkan saat kondisi darurat.
Setelah pelaksanaan FGD, kegiatan dilanjutkan dengan verifikasi lapangan pada 30 September hingga 1 Oktober 2026. Verifikasi dilakukan untuk memastikan data dan peta yang telah disusun sesuai dengan kondisi sebenarnya di masing-masing desa.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Bener Meriah Armia, Kepala Pelaksana BPBD Bener Meriah Ilham Abdi, S.STP., M.AP., Pos Pengamatan Gunung Api Burni Telong, serta sejumlah unsur masyarakat dan lembaga.
Sejumlah lembaga yang turut terlibat antara lain RAFI Bener Meriah, LPHK Bukit Mulie, Mercy Corps Indonesia, dan Posko Rakyat.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin siap mengenali potensi risiko bencana, menentukan langkah evakuasi, serta memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah masing-masing.


























