Gubuk Bocor di Tengah Kota, Ketua Fraksi Gerindra DPRA Temui Yatim Piatu yang Hidup Memprihatinkan

AcehNet | Banda Aceh– Ketua Fraksi Partai Gerindra Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Drs. H. Abdurrahman Ahmad, melakukan kunjungan langsung ke Gampong Rukoh, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, untuk meninjau kondisi seorang anak yatim piatu yang hidup dalam keadaan sangat memprihatinkan bersama bibinya.

Kondisi Rumah Yatim Piatu di tengah megahnya Kota dekat Universitas Ternama di Aceh

Anak tersebut tinggal di sebuah gubuk reot dengan kondisi serba kekurangan. Atap yang bocor dan makanan menjadi bagian dari keseharian mereka. Sang bibi, yang merupakan adik kandung almarhum ayahnya, menjadi satu-satunya kerabat yang merawatnya.

Kondisi tersebut menarik perhatian Drs. H. Abdurrahman Ahmad setelah menerima laporan dari timnya. Merespons cepat, ia langsung mengunjungi lokasi sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat kecil yang masih luput dari perhatian pemerintah.

“Saya sangat terkejut. Di tengah kemajuan kota, ternyata masih ada warga kita yang hidup seperti ini. Ini bukan hanya persoalan tempat tinggal, tetapi soal kemanusiaan,” ujar Drs. Abdurrahman dengan nada haru saat melihat langsung kondisi tempat tinggal mereka.

Dalam kunjungan tersebut, ia menyatakan komitmennya untuk membantu menyediakan rumah layak huni bagi sang anak yatim dan bibinya. Ia berharap bantuan ini dapat memberikan kehidupan yang lebih manusiawi dan bermartabat bagi mereka.

Kunjungan tersebut disambut haru oleh sang bibi. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang baru pertama kali mereka terima. “Terima kasih Pak, kami tidak tahu lagi harus bilang apa. Ini pertama kali ada yang datang dan peduli,” ucapnya.

Momen tersebut menjadi pengingat bahwa di balik kemajuan fisik kota, masih banyak warga yang hidup dalam kesulitan. Melalui aksi ini, Ketua Fraksi Gerindra DPRA mengajak semua pihak, termasuk para pemangku kebijakan dan masyarakat luas, untuk lebih peduli terhadap sesama.

“Karena politik sejatinya adalah alat untuk memperjuangkan kemanusiaan,” tutup Drs. Abdurrahman Ahmad.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *