‎LK Ara Raih Anugerah Kepenyairan Adiluhung 2026 pada Puncak Perayaan Hari Puisi Indonesia

AcehNet | ‎Jakarta, – Penyair senior LK Ara (Lesik Keti Ara) meraih Anugerah Kepenyairan Adiluhung 2026 dalam puncak Perayaan Hari Puisi Indonesia (HPI) 2026 yang diselenggarakan oleh Yayasan Hari Puisi Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, (26 Juli 2026).

‎Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan kontribusi panjang LK Ara dalam memperkaya khazanah perpuisian Indonesia.

Selama puluhan tahun, LK Ara dikenal sebagai penyair yang konsisten berkarya sekaligus aktif membangun ekosistem sastra melalui kegiatan kepenulisan, pembinaan, dan pengembangan budaya literasi.

‎Penganugerahan berlangsung di Graha Utama, Gedung A Lantai 3, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta, serta dihadiri para sastrawan, budayawan, akademisi, pegiat literasi, seniman, musisi, diplomat, dan tamu undangan dari berbagai daerah di Indonesia maupun sahabat sastra dari berbagai negara.

‎Perayaan Hari Puisi Indonesia 2026 mengusung tema “Puisi Menebalkan Makna pada Segala”.

Rangkaian kegiatan menghadirkan orasi budaya, talkshow, pembacaan puisi, dan musikalisasi puisi yang menjadi ruang kolaborasi lintas generasi, lintas profesi, dan lintas disiplin.

‎Ketua Yayasan Hari Puisi Indonesia, Ariyani, menyampaikan bahwa HPI tahun ini menghadirkan wajah baru sebagai ruang kolaborasi yang lebih luas.

‎Menurutnya, puisi bukan hanya milik penyair, melainkan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa mengenal batas usia, profesi, bahasa, agama, maupun kebangsaan.

Karena itu, Hari Puisi Indonesia diharapkan menjadi perayaan bersama yang dapat dirayakan oleh sekolah, kampus, komunitas budaya, pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga masyarakat di lingkungan RT dan RW sesuai kreativitas masing-masing.

‎Anugerah Kepenyairan Adiluhung diberikan kepada penyair yang memiliki rekam jejak panjang, integritas berkesenian, serta pengaruh nyata dalam perkembangan sastra Indonesia.

Dewan juri menilai LK Ara, penyair asal Gayo yang kini berusia 88 tahun, sebagai sosok yang telah memberikan warna penting bagi perjalanan puisi Indonesia.

‎Dalam pidato penerimaannya, LK Ara menegaskan bahwa kepenyairan adalah perjalanan seumur hidup untuk merawat nilai-nilai kemanusiaan.

Ia menyampaikan bahwa seorang penyair tidak hanya melahirkan puisi, tetapi juga harus terus belajar, membaca, berdiskusi, menulis, serta menjaga tradisi literasi agar karya sastra tetap hidup dan memberi manfaat bagi masyarakat.

‎LK Ara juga mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Hari Puisi Indonesia, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, dewan juri, keluarga, sahabat, dan seluruh komunitas sastra yang telah mendampingi perjalanan kepenyairannya.

Ia berharap penghargaan tersebut menjadi inspirasi bagi lahirnya generasi penyair yang memiliki keteguhan berkarya, keluasan wawasan, dan kepedulian terhadap kehidupan sosial.

‎Perayaan Hari Puisi Indonesia 2026 menjadi penegasan bahwa puisi bukan sekadar karya seni, melainkan ruang refleksi, pemersatu keberagaman, serta warisan budaya yang terus hidup dan berkembang.

Melalui penghargaan ini, semangat berkarya dan pengabdian LK Ara diharapkan terus menginspirasi perkembangan sastra Indonesia dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan bagi generasi mendatang. (MR).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *